Pre-reading Skills: Tuntaskanlah! Sebelum Mengajari Anak Kita Belajar Membaca

Julia Sarah Rangkuti

Saat saya sekarang-sekarang ini ‘sibuk’ posting tentang kegiatan anak-anak mengenal huruf. Maka..pertanyaan yang banyak masuk adalah :

 

“Mbak Sarah..usia berapa yang pas mengenalkan anak dengan huruf?”

atau

“Memangnya anak usia dini sudah boleh diajarkan membaca Mba? Bukannya NO calistung+Hijaiyah sebelum 7 tahun?”

 

Hmmm..saya jadi agak bingung jelasinnya sebenarnya, heuheu. Yang pasti, kalau Bunda-Bunda menyimak IG saya dari bawah (maksudnya dari duluuu banget gitu πŸ˜‚) akan tahu bahwasanya semuanya berproses. Saya ga ujug-ujug langsung memaparkan huruf, hijaiyah, angka pada anak-anak saya.

 

Abang Kenzie saat ini sudah Iqra’ 6 itu butuh proses. Silakan membaca kisahnya di Instagram dengan hastag #kenziebelajarngaji. Saya mengenalkan Hijayah lebih dulu sampai Abang Kenzie bisa membaca Al-Qur’an baru kemudian beralih mengenalkan huruf Latinnya (pengenalan huruf Latin ini dimulai bersebab Kenzie telah memasuki fase sensitif dengan huruf Latin).

 

Bagi Bunda-Bunda yang kemarin bertanta, sebaiknya mengenalkan Hijaiyah dulu atau huruf Latin dulu? Maka, silakan disesuaikan dengan visi-misi pendidikan anak di keluarga masing-masing. Sebenarnya, karena kita tinggal di Indonesia yang sumber ilmu (buku) bertuliskan huruf Latin, maka pembelajaran huruf Latin lebih diutamakan. Sedangkan untuk pembelajaran membaca Al-Qur’an hal yang pertama-tama dilakukan adalah mentalaqi anak sebelum mengajaknya membaca Iqra’ itu sendiri.

 

Saran saya selesaikan pembelajaran salah satunya dahulu baru beralih ke yang lain. Karena saat dikenalkan Hijaiyah-Latin secara bersamaan seringkali anak-anak bingung (membaca dan menulis dari arah yang terbalik-balik 😊). Oia..pengenalan yang saya maksud adalah pengenalan huruf ya (anak tahu lambang Alif bunyinya A misalnya), bukan hanya menghafal.

 

Nahhh..karena usia 7 tahun pertama adalah usia sensorimotor+pra operasional, maka alangkah lebih baik jika anak-anak lebih banyak distimulasi sensorinya, motoriknya, dan bagi yang muslim tentunya 5 tahun pertama adalah USIA EMAS untuk menanamkan imannya, mengokohkan aqidahnya.

 

Maka..urusan calistung ini (di keluarga kami) hanyalah sebuah pembelajaran tambahan setelah hal-hal penting tadi, bukan “makanan utama” sehari-hari-yang pembelajarannya tak sampai 1 jam tiap harinya. Hal-hal pokok tetaplah mengokohkan aqidah dan menyuburkan iman mereka. Mendekatkan mereka pada Pencipta-Nya. 😊

 

Apa itu tanda-tanda kesiapan anak membaca? Ada banyak..hehe..

 

Namun, sebelumnya mari kita sama2 menilik tentang pre-reading skills. Kemampuan pramembaca yang harus dipupuk jaaauuh sebelum anak-anak kita harapkan bisa membaca.

 

Pertama, kosa kata.

Sejak bayi sering-seringlah berdialog dengan anak kita. Meski mereka belum bisa menanggapi, tapi mereka mendengar-merekam dalam memorinya. Saat memandikan, memakaikan baju, menyusui, menyuapi makan, dll berdialoglah.

》Alhamdulillah Kenzie dan Keysha sudah banyak bicara sejak usia 18m. Usia 2 tahun ke atas kemampuan ‘berbahasa’ mereka meledak-ledak πŸ˜‚

 

Kedua, Kesadaran akan Tulisan Cetak

Membacakan buku pada anak ternyata merupakan salah satu pre-reading skill yang hubungannya adalah: anak jadi tahu dan paham bahwasanya huruf-huruf itu bisa dilisankan. Anak mengetahui cara membalik halaman buku. Arah membaca tulisan yang benar, dll.

》Alhamdulillah..sejak bayi Kenzie-Keyhsa sering saya bacakan buku. Urutan buku yang saya kenalkan (secara fisik) ialah: buku kain, buku bantal (softbook), buku busa, boardbook, touch&feel. Di atas 2 tahun mulai bervariasi dgn buku-buku flip-flap, pop up, dan buku-buku berketas tipis biasa. Saat usia 2 tahun ke bawah buku-buku Kenzize-Keyhsa lebih banyak yang Β wordless book. Hanya terdiri dari gambar besar dengan sedikit tulisan yang seringnya saya deskripsikan sendiri. Meskipun bukunya itu lagi-itu lagi, saat deskripsi seringkali penekanan cerita berbeda-beda. Jadi bisa tetap menambah kosa kata mereka 😁

 

Ketiga, Kegemaran akan Bacaan

Kegemaran atau motivasi membacaΒ  adalah keinginan dan kesediaan anak untuk membaca.

》Alhamdulillah..Kenzie-Keysha suka membaca. Hampir setiap hari “tiada hari tanpa membaca buku.” Salah satu upaya kami agar minat baca mereka tinggi adalah dengan men-display buku-buku mereka di rak buku yang mudah diambil (di bagian bawah, misalnya). Saat bepergian, di mobil pun saya menyiapkan buku untuk dibacakan pada anak-anak. Bangun tidur pagi seringnya mereka ke rak buku dan membaca buku sendiri. Kemudahan anak untuk dekat dan mudah dengan “penampakan buku” akan lebih memungkinkan mereka mengambil dan membaca buku-bukunya, kan 😊

 

  1. Keterampilan mendengar (menyimak) dan Bernarasi

Anak-anak yang memiliki keterampilan memyimak yang baik akan lebih mudah menceritakan kembali apa yang ia alami/lihat/dengar. Pada kemampuan ini diharapkan anak-anak mampu bercerita banyak hal tentang apa yang mereka alami dengan bahasanya sendiri.

》Alhamdulillah Abang Kenzie (4y) sudah mampu menceritakan hal-hal yang ia alami sepanjang hari, sudah bisa mengulang apa yang Bunda bacakan serta Ayahnya ceritakan dengan cukup baik. Adik Keysha (2,5y) pun saat ini sudah mulai mampu bercerita tentang apa yang ia alami dan sudah mulai membaca buku dengan gayanya sendiri 😁

 

Kelima, Kesadaran fonologis

Kesadaran fonologis adalah kemampuan untuk mendengar dan mengidentifikasi berbagai bunyi dalam kata-kata yang diucapkan. Misalnya, anak akan tahu bahwasanya ‘kata’ dengan ‘mata’ itu berbeda; ‘sate’ dengan ‘satu’ itu berbeda, dll.

》Kesadaran ini untuk Abang Kenzie sudah sangat baik, alhamdulillah. Masih perlu banyak stimulasi dan pengayaan kosa kata untuk membedakan makna dari kata-kata yang mirip bunyinya. Untuk Adik Keysha masih perlu diasah lagi untuk lebih peka terhadap kata-kata yang mirip bunyinya 😊

 

Keenam, Pengenalan Huruf

Kesiapan pramembaca ini memungkinkan seorang anak untuk mengenali huruf dan bunyinya, termasuk juga mengenali perbedaan huruf kapital dengan huruf kecil.

》Adik Keyhsa (2,5y) belum memiliki kemampuan ini. Abang Kenzie alhamdulillah sudah mampu mengenal huruf A-Z dan bunyinya. Mampu mengenal bunyinya (phonic). Juga tahu huruf kapital dan huruf kecilnya. Secara tidak langsung Abang Kenzie banyak terpapar huruf dari buku-buku yang dibacanya.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *